A. Selayang Pandang
Pantai Selat Baru merupakan pantai terindah kedua di Bengkalis setelah Pantai Rupat Utara. Nama Pantai Selat Baru sendiri diambil dari nama desa dimana pantai ini berada, Desa Selat Baru, yang juga menjadi Ibukota Kecamatan Bantan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menjadikan pantai tersebut sebagai salah satu objek wisata andalan. Terbukti di kawasan itu digelar pesta pantai setiap tahunnya. Pada event tersebut diadakan berbagai perlombaan, seperti lomba perahu jong, gasing dan layang-layang. Pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai atraksi kesenian dan budaya tradisional daerah setempat.
B. Keistimewaan
Pantai Selat Baru memiliki hamparan pantai yang landai dan berpasir halus sepanjang 2 kilo meter. Berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai. Gelombang laut di pantai ini relatif stabil, tidak lebih dari 1 meter kecuali pada musim angin utara. Dari tempat ini membias biru Gunung Ledang di negeri jiran, Malaysia. Konon di gunung itulah Hang Tuah dan Hang Jebat berkelahi. Sambil menikmati desir angin dan riak gelombang laut dari Selat Malaka, kehadiran elang laut yang terbang sambil memangsa ikan di pinggir pantai, menjadi pemandangan menarik bagi pengunjung.
C. Lokasi
Terletak di Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Indonesia.
D. Akses
Pantai Selat Baru terletak di utara ibukota Kabupaten Bengkalis. Berjarak kurang lebih 7 kilo meter dengan jarak tempuh sekitar satu jam menggunakan kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat. Untuk menuju kota Bengkalis, ibukota Kabupaten Bengkalis, transfortasi air menjadi pilihan satu-satunya. Dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, bisa langsung mengarungi Sungai Siak menuju pelabuhan Bengkalis dengan jarak tempuh sekitar lima jam. Bisa juga melalui jalur darat dari Pekanbaru ke Kabupaten Siak lewat jalur lintas timur Sumatera, selama lebih kurang dua jam. Dari pelabuhan Siak perjalanan dilanjutkan dengan kapal cepat menuju pelabuhan Bengkalis yang memakan waktu hampir dua jam.
E. Harga TiketDalam konfirmasi
F. Akomodasi dan Fasilitas
Di tempat ini pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan, seperti berjemur di pantai, berselancar, berperahu, berenang dan memancing. Kecuali itu, di kawasan tersebut juga dilengkapi dengan pelabuhan bertaraf internasional yang tinggal menunggu waktu pengoperasiannya dan kapal penyeberangan ferry (RO-RO) menuju Sungai Pakning, yang menghubunginya Riau Daratan dan kota-kota di Sumatera. Rencananya Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga akan membangun bandar udara sehingga memudahkan pengunjung datang ke sana.
A. Selayang Pandang
Danau Zamrud pada awalnya adalah dua danau yang berdampingan, yaitu Danau Pulau Besar dan Danau Bawah. Karena berada di Desa Zamrud, kedua danau ini lebih populer di tengah masyarakat dengan nama Danau Zamrud. Sejak tanggal 25 November 1980, kawasan danau dan hutan yang memiliki pemandangan khas hutan rawa primer ini ditetapkan pemerintah sebagai kawasan suaka margasatwa. Belakangan ini warga masyarakat bersama pemerintah daerah setempat mengusulkan kawasan seluas 2.500 hektar tersebut dijadikan sebagai kawasan taman nasional.
B. Keistimewaan
Danau Zamrud memiliki panorama alam yang memikat dan eksotik. Udaranya yang sejuk dan bersih, serta jauh dari hiruk pikuk penduduk dan kebisingan kota, dapat dijadikan sebagai tempat alternatif bagi pengunjung untuk melepas penat atau sekadar untuk mencari inspirasi. Keunggulan kawasan ini terletak pada perpaduan konsep Taman Nasional Ujungkulon di Provinsi Banten dan Danau Toba dengan Pulau Samosirnya yang terdapat di Provinsi Sumatera Utara. Di kawasan ini masih ditemukan berbagai jenis satwa yang langka dijumpai di tempat lain, seperti ikan Arwana emas (schleropages formasus), ikan Balido, harimau Sumatera (pantheratigris sumatrensis), beruang merah (helarctos malayanus), serta beraneka jenis ular. Bahkan kicauan burung Serindit (loriculus galgulus), yang menjadi ikon Provinsi Riau, dapat ditemukan di kawasan ini. Bila melihat Danau Zamrud dari udara, pantulan air berwarna hitam yang berada di tengah hutan rawa dan sumur bor minyak bumi hampir menyerupai permata Zamrud. Pada sore hari, saat matahari mulai terbenam, para penghuni kawasan ini, seperti burung elang, kera dan bahkan harimau, mulai menampakan diri satu persatu.
C. Lokasi
Danau Zamrud terletak di Desa Zamrud, Kecamatan Siak Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Indonesia.
D. Akses
Danau Zamrud berjarak sekitar 180 kilometer dari Kota Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau. Bila lalu lintas tidak sedang ramai, dapat ditempuh selama tiga jam perjalanan darat.
E. Harga Tiket
Dalam konfirmasi
F. Akomodasi dan Fasilitas
Pemerintah Kabupaten Siak akan mengembangkan kawasan Danau Zamrud dan sekitarnya sebagai kawasan wisata tirta yang representatif di Riau Daratan. Rencananya di kawasan tersebut akan dibangun area bermain untuk anak-anak, taman pemancingan dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Sebagai kawasan wisata andalan, Danau Zamrud akan dilengkapi dengan berbagai jenis burung dan akan diisi dengan berbagai jenis ikan air tawar, seperti lele dumbo, ikan patin, ikan nila dan udang galah, sebagaimana yang terdapat di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kawasan ini juga akan dikembangkan sebagai pusat riset ilmu pengetahuan dan obat-obatan. Di sini juga disediakan pemandu wisata (guide) yang akan memandu pengunjung mengenali lebih detail kawasan wisata ini. (YP/wm/13/02-08) __________Sumber Foto: www.riaupos.com
PENGIN LEWIH KUMPLIT KLIKNENG KENE
Filed under: Uncategorized


